Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Pagar Alam baru-baru ini sukses menggelar simulasi lapangan intensif yang berfokus pada penanganan kasus orang hilang di area perkebunan dan hutan lebat. Simulasi ini dirancang untuk melatih tim gabungan Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan SAR setempat dalam menghadapi tantangan pencarian dan penyelidikan di medan yang sulit dan luas. Tujuannya adalah memastikan bahwa jika kasus hilang melibatkan tindak kriminal, jejak bukti (forensik) dapat diidentifikasi, diamankan, dan dievakuasi sebelum hilang atau rusak oleh kondisi alam.

Pelatihan ini menekankan integrasi antara teknik pencarian (Search and Rescue - SAR) dan prosedur forensik. Peserta dilatih untuk menetapkan area pencarian kritis berdasarkan data lokasi terakhir korban dan pola pergerakan yang dicurigai. Dalam konteks forensik, perhatian difokuskan pada pengumpulan bukti di luar TKP kriminalitas biasa, seperti identifikasi jejak kaki, serpihan pakaian, atau sisa-sisa biologis yang ditemukan di vegetasi. Tim dilatih untuk membuat dokumentasi geospasial yang akurat dari temuan, menggunakan GPS dan pemetaan digital, yang krusial untuk rekonstruksi pergerakan korban dan pelaku.

Anggota AAFI Pagar Alam memberikan materi mengenai Antropologi Forensik dan Taponomi, ilmu yang mempelajari dekomposisi tubuh dan bagaimana lingkungan memengaruhinya. Pengetahuan ini sangat penting untuk memberikan perkiraan akurat tentang waktu kematian (Post-Mortem Interval) jika yang ditemukan adalah jenazah. Selain itu, ditekankan pula pentingnya kolaborasi informasi dengan keluarga korban (antemortem data) untuk membuat profil identifikasi awal. Data ini menjadi panduan utama bagi tim SAR dan penyidik dalam menentukan titik fokus pencarian.

Melalui simulasi ini, AAFI Pagar Alam memperkuat kesiapsiagaan regional, membekali petugas dengan keahlian ganda sebagai pencari dan penyidik forensik. Inisiatif ini menandai komitmen Pagar Alam untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus orang hilang, memastikan bahwa setiap kasus diselidiki dengan metodologi ilmiah tertinggi. Hasilnya diharapkan mampu mempercepat penemuan korban dan, jika terbukti ada tindak pidana, bukti forensik yang kuat dapat segera digunakan untuk penegakan keadilan.