Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Pagar Alam meluncurkan inisiatif baru berupa eksplorasi dan pelatihan mendalam mengenai metode Antropologi Forensik. Disiplin ilmu ini menjadi krusial di wilayah Pagar Alam yang rawan bencana dan sering dihadapkan pada penemuan kerangka atau sisa jenazah yang sulit dikenali secara visual. Antropologi forensik berfokus pada pemeriksaan dan analisis kerangka manusia untuk menentukan profil biologis, termasuk jenis kelamin, usia, ras, dan tinggi badan, yang sangat penting dalam proses Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification – DVI) dan kasus kriminal lama.

Inisiatif ini melibatkan kolaborasi dengan akademisi dan praktisi ahli dari luar daerah untuk berbagi pengetahuan tentang teknik-teknik terbaru. Salah satu fokus pelatihan adalah metode Osteologi Forensik, yaitu studi tentang tulang manusia. Peserta dilatih cara membedakan sisa-sisa manusia dari sisa hewan, menentukan perkiraan waktu kematian berdasarkan kondisi dekomposisi tulang, dan menganalisis trauma atau luka yang terekam pada tulang yang dapat menjadi bukti kekerasan. Analisis ini juga mencakup interpretasi anomali tulang yang mungkin terkait dengan riwayat medis atau kebiasaan hidup korban.

AAFI Pagar Alam menyadari bahwa penanganan sisa jenazah di daerah dengan kondisi geografis yang ekstrem, seperti tanah basah atau vulkanik, memerlukan keahlian khusus. Pelatihan juga menekankan pada prosedur ekskavasi (penggalian) yang sistematis dan hati-hati, memastikan bahwa setiap fragmen tulang dan bukti non-osseous (non-tulang) yang menyertainya diamankan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk menjaga integritas TKP dan rantai pengawasan (Chain of Custody) sisa kerangka yang nantinya akan dijadikan bukti di pengadilan.

Melalui peningkatan kompetensi di bidang Antropologi Forensik ini, AAFI Pagar Alam berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam menyelesaikan kasus-kasus yang paling sulit, terutama yang melibatkan jenazah yang sudah tidak utuh. Inisiatif ini menegaskan penggunaan ilmu pengetahuan terapan sebagai fondasi untuk memberikan kejelasan identitas dan keadilan bagi keluarga korban. Diharapkan, Pagar Alam kini lebih siap untuk memberikan respons forensik yang profesional terhadap penemuan kerangka, mendukung upaya penegakan hukum dan kemanusiaan.